Senin, 09 November 2015

Topik, tema dan judul


Pembahasan tentang topik, tema dan judul

Setiap ingin menulis cerita atau karya sastra apapun kita membutuhkan tema untuk menjadi dasar pemikiran. Tema memang dibutuhkan oleh seorang penulis, baik penulis karya sastra atau penulis yang lainnya. Secara umum, tema adalah pokok permasalahan sebuah cerita, gagasan sentral, atau dasar cerita. Tema juga bisa dimakna sebagai sesuatu yang menjiwai cerita atau sesuatu yang menjadi pokok masalah dalam cerita. Tema suatu cerita biasanya bersifat tersirat (tersembunyi) dan dapat dipahami setelah membaca keseluruhan cerita. Tema dalam cerpen dapat dijabarkan dalam setiap satuan peristiwa dalam cerita, misalnya melalui tingkah laku atau jalan hidup pelakunya.
Untuk lebih menunjang pengetahuan mengenai definisi tema, berikut ini adalah pengertian tema menurut para ahli. Beberapa pengertian ini diharapkan juga bisa membuat Anda lebih memahami perbedaan tema, topik, dan judul.
- Menurut Tarigan,  tema adalah pandangan hidup yang tertentu atau perasaan tertentu mengenai kehidupan atau rangkaian nilai-nilai tertentu yang membentuk atau membangun dasar atau gagasan utama dari suatu karya sastra.
- Menurut Stanton dan Kenny, tema adalah makna yang dikandung oleh sebuah cerita.
- Menurut Hartoko dan Rahmanto, tema adalah gagasan dasar umum yang menopang sebuah karya sastra dan yang terkandung di dalam teks sebagai struktur semantis dan yang menyangkut persamaan-persamaan atau perbedaan-perbedaan.
Kesimpulan pengertian-pengertian di atas yakni tema adalah inti persoalan yang mendasari suatu cerita atau gagasan pokok yang mendasari cerita dan memiliki kedudukan yang dominan sehingga dapat mempersatukan unsur secara bersama-sama membangun sebuah karya sastra.
Adapun macam-macam tema , seperti :
Tema Sosial: tema sosial meliputi hal-hal yang berada di luar masalah pribadi, misalnya masalah politik, pendidikan, dan propaganda.
Tema Egoik: tema egoik adalah tema yang menyangkut reaksi-reaksi pribadi yang pada umumnya menentang pengaruh sosial.
Tema Ketuhanan: tema ketuhanan adalah tema yang berkaitan dengan kondisi dan situasi manusia
Tema Jasmaniah: tema jasmaniah adalah tema yang cenderung berkaitan dengan keadaan jasmani seorang pemuda. Tema jenis ini terfokus pada kenyataan diri manusia sebagai molekul, zat, dan jasad. Contoh tema jasmaniah adalalah tema percintaan.
Ada pendapat lain yang mengatakan bahawa tema sebagai satu gagasan, fikiran atau persoalan utama yang mendasari sesebuah karya sastera dan terungkap secara langsung (eksplisit) atau tidak langsung (implisit).
Tema dalam sesebuah cerita tidak dapat dilihat sepenuhnya sehingga cerita itu selesai dibaca.
Selain itu, tema dapat dikesan melalui:
1. Perwatakan watak-watak dalam sesebuah cerita.
2. Peristiwa,kisah,suasana dan unsur lain seperti nilai-nilai kemanusian dan kemasyarakatan  yang terdapat dalam cerita.
3. Persoalan-persoalan yang disungguhkan dan kemudian mendapatkan pokok persoalannya secara keseluruhan.
 4. Plot cerita.
Dalam novel dan cerpen, tema dapat dilihat melalui persoalan-persoalan yang dikemukakan, cara-cara watak itu bertentangan antara satu sama lain, bagaimana cerita diselesaikan, semuanya menentukan rupa tema yang dikemukakan oleh pengarang.
Sedangkan menurut pengertian masing-masing istilah (Tema, Topik dan Judul) pada  Kamus Besar Bahasa Indonesia (KBBI):
KBBI sebagai salah satu sumber rujukan untuk mengetahui makna sebuah kata memberikan definisi yang dapat kita lihat seperti berikut untuk masing-masing istilah dimasud, yakni:
TEMA: tema/te·ma/ /téma/ n pokok pikiran; dasar cerita (yg dipercakapkan, dipakai sbg dasar mengarang, menggubah sajak, dsb). contoh: Tema sandiwara ini ialah “yg keji dan yg jahat pasti akan kalah oleh yg baik dan mulia”;
TOPIK: topik/to·pik/ n 1 pokok pembicaraan dl diskusi, ceramah, karangan, dsb; bahan diskusi. Contoh: masalah yg akan menjadi topik sidang DPA ke-4 tahun itu ialah “Pemerataan dl Pembangunan Regional dan Pedesaan”; 2 hal yg menarik perhatian umum pd waktu akhir-akhir ini; bahan pembicaraan;
JUDUL: judul/ju·dul/ n 1 nama yg dipakai untuk buku atau bab dl buku yg dapat menyiratkan secara pendek isi atau maksud buku atau bab itu; 2 kepala karangan (cerita, drama, dsb); tajuk;
Itulah pengertian dari tema, topik dan judul menurut KBBI. Dari keterangan diatas kita juga dapat membuat daftar perbedaan diantar ketiga sitilah yang disebutkan. Kita akan menyebutkan yang mendasar saja. Ini dia ciri-ciri yang membedakan antara mereka:
Ciri-ciri tema:
1.Dalam novel dan cerpen, tema biasanya dapat dilihat melalui persoalan yang dikemukakan.
2. Tema juga dapat dilihat melalui cara-cara watak itu bertentangan satu sama lain, bagaimana cerita diselesaikan.
3. Tema dapat dikesan melalui peristiwa, kisah, suasana dan unsur lain seperti nilai kemanusiaan yang terdapat dalam cerita, plot cerita, perwatakan watak-watak dalam sebuah cerita.
Ciri-ciri topik:
1. Topik harus menarik perhatian si pembaca, sehingga mampu menimbulkan rasa keingintahuan pembaca.
2. Mencakup keseluruhan isi cerita.
Ciri-ciri judul:
1. Relevan dengan tema cerita tersebut, atau ada keterkaitan dengan beberapa bagian penting dari tema tersebut.
2. Biasanya judul harus provokatif dengan menarik si pembaca dan menimbulkan keingintahuan pembaca terhadap isi cerita tersebut.
3. Judul terdiri dari lima kata dan diusahakan tidak boleh lebih.
4. Judul tidak boleh mengambil bentuk kalimat atau frasa yang panjang, tetapi berbentuk kata yang singkat.
5. Judul harus mencerminkan topic atau tema, tidak boleh menyimpang.

Syarat-syarat pembuatan judul :
Harus relevan, yaitu harus mempunyai pertalian dengan temanya, atau ada pertalian dengan beberapa bagian penting dari tema tersebut.
Harus provokatif, yaitu harus menarik dengan sedemikian rupa sehingga menimbulkan keinginan tahu dari tiap pembaca terhadap isi buku atau karangan.
Harus singkat, yaitu tidak boleh mengambil bentuk kalimat atau frasa yang panjang, tetapi harus berbentuk kata atau rangklaian kata yang singkat. Usahakan judul tidak lebih dari lima kata.
Judul terbagi menjadi dua,yaitu :
Judul langsung :
      Judul yang erat kaitannya dengan bagian utama berita, sehingga hubugannya dengan bagian utama nampak jelas.
      2.  Judul tak langsung :
     Judul yang tidak langsung hubungannya dengan bagian utama berita tapi tetap menjiwai seluruh isi karangan atau berita.
1. Fungsi Judul
2. Merupakan identitas/cermin dari jiwa seluruh karya tulis
3. Temanya menjelaskan diri dan menarik sehingga mengundang orang untuk membacanya atau untuk mempelajari isinya.
4. Merupakan gambaran global tentang arah, maksud, tujuan, dan ruang lingkupnya.
5. Relevan dengan isi seluruh naskah, masalah maksud,dan tujunnya.
Perbandingan antara Topik,Tema dan Judul :
     Topik, tema, dan judul pada dasarnya hampir sama maknanya, yaitu pokok pembicaraan dalam diskusi atau dialog, pokok pikiran suatu karangan, dan nama yang digunakan untuk makalah atau buku atau gubahan sajak. Untuk jelasnya, marilah kita kutip apa yang dikemukakan oleh Pusat Bahasa lewat Kamus Besar Bahasa Indonesia, sbb.
Topik
 Pokok pembicaraan dalam diskusi, ceramah, karangan, dsb; bahan diskusi.
 Hal yang menarik perhatian umum waktu akhir-akhir ini; bahan pembicaraan.
Tema
      Pokok pikiran, dasar cerita (yang dipercakapkan, dipakai sebagai dasar mengarang, emnggubah sajak, dsb).
Judul
Nama yang dipakai untuk buku atau bab dalam buku yang dapat menyiratkan secara pendek isi buku atau bab itu. 
Kepala karangan (cerita, drama; tajuk). Berjudul berarti berkepala karangan; bertajuk 
     Jelas terlihat bahwa apa yang dikemukakan Kamus Besar Bahasa Indonesia menyiratkan bahwa arti ketiga kata yang kita bicarakan ini sama adanya.Jika kita berdialog dengan seseorang, biasanya kita memperbincangkan satu masalah tertentu, umpamanya tentang banjir, tentang narkoba, tentang sepak bola, dsb.     Kalau yang kita bicarakan hanya satu masalah saja, maka hal semacam itu topik tunggal.Akan tetapi, kadangkala kita mula-mula membicarakan satu masalah saja, kemudian berkembang kepada masalah lain, maka topiknya menjadi banyak. Topik semacam itu kita sebut multitopik atau topik ganda.

     Tidak saja topik yang dapat dipecahan menjadi subtopik, tema dapat pula menjadi subtema, judul menjadi subjudul.Dialog dengan subtopik seperti contoh tadi, merupakan komunikasi yang efektif. Hal semacam itu harus diahindari dengan empathy, yaitu merasakan apa yang dirasakan lawan bicara kita. Sebuah dialog bisa berhasil baik, jika keduanya berada dalam mood (suasana hati) yang sama.
    Judul dapat dikatakan sebagai jabaran topik atau tema. Karena itu judul harus mempu mencerminkan topik atau tema, tidk boleh menyimpang dari intinya. Itulah sebabnya memilih judul tidak selalu gampang.Dalam percakapan sehari-hari  yang kurang penting, tidak biasa ditentukan topiknya. Namun,dalam pembicaraan atau dialog khusus bisa saja ditentukan topiknya supaya pihak-pihak bisa mempersiapkan diri.

Tidak ada komentar:

Posting Komentar