Pembahasan tentang topik, tema dan judul
Setiap ingin menulis cerita atau karya
sastra apapun kita membutuhkan tema untuk menjadi dasar pemikiran. Tema memang
dibutuhkan oleh seorang penulis, baik penulis karya sastra atau penulis yang
lainnya. Secara umum, tema adalah pokok permasalahan sebuah cerita, gagasan
sentral, atau dasar cerita. Tema juga bisa dimakna sebagai sesuatu yang
menjiwai cerita atau sesuatu yang menjadi pokok masalah dalam cerita. Tema
suatu cerita biasanya bersifat tersirat (tersembunyi) dan dapat dipahami
setelah membaca keseluruhan cerita. Tema dalam cerpen dapat dijabarkan dalam
setiap satuan peristiwa dalam cerita, misalnya melalui tingkah laku atau jalan
hidup pelakunya.
Untuk lebih menunjang pengetahuan mengenai
definisi tema, berikut ini adalah pengertian tema menurut para ahli. Beberapa
pengertian ini diharapkan juga bisa membuat Anda lebih memahami perbedaan tema,
topik, dan judul.
- Menurut Tarigan, tema adalah
pandangan hidup yang tertentu atau perasaan tertentu mengenai kehidupan atau
rangkaian nilai-nilai tertentu yang membentuk atau membangun dasar atau gagasan
utama dari suatu karya sastra.
- Menurut Stanton dan Kenny, tema adalah makna yang dikandung oleh
sebuah cerita.
- Menurut Hartoko dan Rahmanto, tema adalah gagasan dasar umum yang
menopang sebuah karya sastra dan yang terkandung di dalam teks sebagai struktur
semantis dan yang menyangkut persamaan-persamaan atau perbedaan-perbedaan.
Kesimpulan pengertian-pengertian di atas
yakni tema adalah inti persoalan yang mendasari suatu cerita atau gagasan pokok
yang mendasari cerita dan memiliki kedudukan yang dominan sehingga dapat
mempersatukan unsur secara bersama-sama membangun sebuah karya sastra.
Adapun macam-macam tema ,
seperti :
Tema Sosial: tema sosial meliputi hal-hal
yang berada di luar masalah pribadi, misalnya masalah politik, pendidikan, dan
propaganda.
Tema Egoik: tema egoik adalah tema yang
menyangkut reaksi-reaksi pribadi yang pada umumnya menentang pengaruh sosial.
Tema Ketuhanan: tema ketuhanan adalah tema
yang berkaitan dengan kondisi dan situasi manusia
Tema Jasmaniah: tema jasmaniah adalah tema
yang cenderung berkaitan dengan keadaan jasmani seorang pemuda. Tema jenis ini
terfokus pada kenyataan diri manusia sebagai molekul, zat, dan jasad. Contoh
tema jasmaniah adalalah tema percintaan.
Ada pendapat lain yang mengatakan bahawa
tema sebagai satu gagasan, fikiran atau persoalan utama yang mendasari sesebuah
karya sastera dan terungkap secara langsung (eksplisit) atau tidak langsung
(implisit).
Tema dalam sesebuah cerita tidak dapat
dilihat sepenuhnya sehingga cerita itu selesai dibaca.
Selain itu, tema dapat dikesan melalui:
1. Perwatakan watak-watak dalam sesebuah cerita.
2. Peristiwa,kisah,suasana dan unsur lain seperti nilai-nilai
kemanusian dan kemasyarakatan yang
terdapat dalam cerita.
3. Persoalan-persoalan yang disungguhkan dan kemudian mendapatkan pokok
persoalannya secara keseluruhan.
4. Plot cerita.
Dalam novel dan cerpen, tema dapat dilihat
melalui persoalan-persoalan yang dikemukakan, cara-cara watak itu bertentangan
antara satu sama lain, bagaimana cerita diselesaikan, semuanya menentukan rupa
tema yang dikemukakan oleh pengarang.
Sedangkan menurut pengertian masing-masing istilah (Tema, Topik dan Judul) pada Kamus Besar Bahasa Indonesia (KBBI):
KBBI sebagai salah satu sumber rujukan
untuk mengetahui makna sebuah kata memberikan definisi yang dapat kita lihat
seperti berikut untuk masing-masing istilah dimasud, yakni:
TEMA: tema/te·ma/ /téma/ n pokok pikiran;
dasar cerita (yg dipercakapkan, dipakai sbg dasar mengarang, menggubah sajak,
dsb). contoh: Tema sandiwara ini ialah “yg keji dan yg jahat pasti akan kalah
oleh yg baik dan mulia”;
TOPIK: topik/to·pik/ n 1 pokok pembicaraan
dl diskusi, ceramah, karangan, dsb; bahan diskusi. Contoh: masalah yg akan menjadi
topik sidang DPA ke-4 tahun itu ialah “Pemerataan dl Pembangunan Regional dan
Pedesaan”; 2 hal yg menarik perhatian umum pd waktu akhir-akhir ini; bahan
pembicaraan;
JUDUL: judul/ju·dul/ n 1 nama yg dipakai
untuk buku atau bab dl buku yg dapat menyiratkan secara pendek isi atau maksud
buku atau bab itu; 2 kepala karangan (cerita, drama, dsb); tajuk;
Itulah pengertian dari tema, topik dan
judul menurut KBBI. Dari keterangan diatas kita juga dapat membuat daftar
perbedaan diantar ketiga sitilah yang disebutkan. Kita akan menyebutkan yang
mendasar saja. Ini dia ciri-ciri yang membedakan antara mereka:
Ciri-ciri tema:
1.Dalam novel dan cerpen, tema biasanya
dapat dilihat melalui persoalan yang dikemukakan.
2. Tema juga dapat dilihat melalui
cara-cara watak itu bertentangan satu sama lain, bagaimana cerita diselesaikan.
3. Tema dapat dikesan melalui peristiwa,
kisah, suasana dan unsur lain seperti nilai kemanusiaan yang terdapat dalam
cerita, plot cerita, perwatakan watak-watak dalam sebuah cerita.
Ciri-ciri topik:
1. Topik harus menarik perhatian si
pembaca, sehingga mampu menimbulkan rasa keingintahuan pembaca.
2. Mencakup keseluruhan isi cerita.
Ciri-ciri judul:
1. Relevan dengan tema cerita tersebut,
atau ada keterkaitan dengan beberapa bagian penting dari tema tersebut.
2. Biasanya judul harus provokatif dengan
menarik si pembaca dan menimbulkan keingintahuan pembaca terhadap isi cerita
tersebut.
3. Judul terdiri dari lima kata dan
diusahakan tidak boleh lebih.
4. Judul tidak boleh mengambil bentuk kalimat
atau frasa yang panjang, tetapi berbentuk kata yang singkat.
5. Judul harus mencerminkan topic atau
tema, tidak boleh menyimpang.
Syarat-syarat pembuatan judul :
Harus relevan, yaitu harus mempunyai
pertalian dengan temanya, atau ada pertalian dengan beberapa bagian penting
dari tema tersebut.
Harus provokatif, yaitu harus menarik
dengan sedemikian rupa sehingga menimbulkan keinginan tahu dari tiap pembaca
terhadap isi buku atau karangan.
Harus singkat, yaitu tidak boleh mengambil
bentuk kalimat atau frasa yang panjang, tetapi harus berbentuk kata atau
rangklaian kata yang singkat. Usahakan judul tidak lebih dari lima kata.
Judul terbagi menjadi dua,yaitu :
Judul langsung :
Judul yang erat kaitannya dengan bagian utama berita, sehingga hubugannya
dengan bagian utama nampak jelas.
2. Judul tak langsung :
Judul yang tidak langsung hubungannya dengan bagian utama berita tapi
tetap menjiwai seluruh isi karangan atau berita.
1. Fungsi Judul
2. Merupakan identitas/cermin dari jiwa seluruh karya tulis
3. Temanya menjelaskan diri dan menarik sehingga mengundang orang untuk
membacanya atau untuk mempelajari isinya.
4. Merupakan gambaran global tentang arah, maksud, tujuan, dan ruang
lingkupnya.
5. Relevan dengan isi seluruh naskah, masalah maksud,dan tujunnya.
Perbandingan antara Topik,Tema dan Judul :
Topik, tema, dan judul pada dasarnya hampir sama maknanya, yaitu pokok
pembicaraan dalam diskusi atau dialog, pokok pikiran suatu karangan, dan nama
yang digunakan untuk makalah atau buku atau gubahan sajak. Untuk jelasnya,
marilah kita kutip apa yang dikemukakan oleh Pusat Bahasa lewat Kamus Besar
Bahasa Indonesia, sbb.
Topik
Pokok pembicaraan dalam diskusi, ceramah,
karangan, dsb; bahan diskusi.
Hal
yang menarik perhatian umum waktu akhir-akhir ini; bahan pembicaraan.
Tema
Pokok pikiran, dasar cerita (yang dipercakapkan, dipakai sebagai dasar
mengarang, emnggubah sajak, dsb).
Judul
Nama yang dipakai untuk buku atau bab dalam
buku yang dapat menyiratkan secara pendek isi buku atau bab itu.
Kepala karangan (cerita, drama; tajuk).
Berjudul berarti berkepala karangan; bertajuk
Jelas terlihat bahwa apa yang dikemukakan Kamus Besar Bahasa Indonesia
menyiratkan bahwa arti ketiga kata yang kita bicarakan ini sama adanya.Jika
kita berdialog dengan seseorang, biasanya kita memperbincangkan satu masalah
tertentu, umpamanya tentang banjir, tentang narkoba, tentang sepak bola,
dsb. Kalau yang kita bicarakan hanya
satu masalah saja, maka hal semacam itu topik tunggal.Akan tetapi, kadangkala
kita mula-mula membicarakan satu masalah saja, kemudian berkembang kepada
masalah lain, maka topiknya menjadi banyak. Topik semacam itu kita sebut
multitopik atau topik ganda.
Tidak saja topik yang dapat dipecahan menjadi subtopik, tema dapat pula
menjadi subtema, judul menjadi subjudul.Dialog dengan subtopik seperti contoh
tadi, merupakan komunikasi yang efektif. Hal semacam itu harus diahindari
dengan empathy, yaitu merasakan apa yang dirasakan lawan bicara kita. Sebuah
dialog bisa berhasil baik, jika keduanya berada dalam mood (suasana hati) yang
sama.
Judul dapat dikatakan sebagai jabaran topik atau tema. Karena itu judul
harus mempu mencerminkan topik atau tema, tidk boleh menyimpang dari intinya.
Itulah sebabnya memilih judul tidak selalu gampang.Dalam percakapan
sehari-hari yang kurang penting, tidak
biasa ditentukan topiknya. Namun,dalam pembicaraan atau dialog khusus bisa saja
ditentukan topiknya supaya pihak-pihak bisa mempersiapkan diri.
Tidak ada komentar:
Posting Komentar